Blog
ini ditujukan hanyalah untuk berbagi..
berbagi hal yang belum sempat terucapkan lewat kata-kata dan tertumpahkan dengan tulisan,,
Memulai jejak dalam sebuah tulisan.
Menorehkan tinta sejarah hingga ia dikenal nyata.

Sejarah kehidupan dalam sebuah bingkai.
Melompati setiap ekstase dengan semangat menyala.

Walau terkadang lampu - lampu jalanan turut menghiasi medan menuju setiap tahap kemenangan, pengharapan dan sebuah pembelajaran tentang Kebijaksanaan.

Semua tertuang untuk sebuah cerita.
Cerita hidup yang aku, kau dan kita adalah pelaku setianya.
Hingga kemudian Cahaya gemilang itu mampu kau renggut, kau peluk dengan tanganmu.

Senin, 26 November 2012

Tentang Rindu dalam Hujan

Tentang rindu dalam hujan...

Tahukah kau, saat ini aku sedang menyimpan rindu yang begitu dalam..
Tentang rindu yang tak pernah terjawab..
Tentang rindu yang mungkin pernah kau mengalaminya..
Memang sakit rasanya jika rindu tak terbalas..
Memang pilu jika rindu menjelma jadi bongkahan batu yang rapuh..

Namun semakin kuhapus ia bersama basahnya hujan,
maka ia semakin mengkristal menjadi intan..
Kuat dan sulit tercerai..

Semakin rindu itu kujauhkan, semakin aku terbenam,
dalam kesedihan mendalam,
Semakin kutapis rindu, semakin sulit nafasku terhembuskan..

Memang beginilah jika rindu tak tersampaikan,
bagai air yang jatuh kedalam tanah,
namun tak muncul ke permukaan..

Entah air ataukah hujan ataukah mendung,
yang menyelarasi akan rindu yang semakin dalam,
entah hatiku yang terlalu rapuh,
atau jiwaku yang terlalu lembut,
Rindu itu kini bagai liat atau mungkin lumpur yang menggenang..

Hanya IA yang akan menjamin rindu..
Hingga sampai diakhir jawaban..
Hati ini hanya siap untuk memutuskan,
menyimpan rindu pada tempatnya berada,
menumpahkan rindu karena Cinta-NYA..

Semakin kuteriakkan rindu..
semakin aku tahu pada siapa rindu ini harus kuberikan..
Aku rindu pada makhluk, namun aku lebih rindu padamu,
Aku rindu pada jawaban, namun aku lebih rindu pada bahasa cintamu..
Rasulullah..aku rindu padamu,
Aku rindu pada hangat cinta-Mu pada ummatmu..
Yang hidup jauh setelah wafatmu...
Namun begitu merinduimu dan Allah, Tuhanku....
Ya Allah, aku rindu pada ayat-ayat cinta yang kau lafalkan pada Kekasih-Mu..
Aku rindu, aku rindu, aku rindu......

Hadirkan padaku jiwa dan hati yang dapat membimbingku,
menuju cinta-Mu,
menggapai berkah-Mu..
Karena aku masih setia menanti hadir wujudnya,
menanti jawaban cinta dari-Mu, Engkau Ya Rabb-ku...


Kata mereka:
"Kalau rindu itu berbentuk hujan.
Mungkin di tempatmu sekarang, hujan akan mengalir deras,
karena ia mengirimkan pesan-pesan rindu tiada henti.
Kalau rindu berbentuk senja.
Kujamin malam takkan datang, dan matahari akan tetap bertahan,
menyampaikan rindu dalam semburat cahayanya.
Tapi walau rindu itu seindah senja dengan semburat cahayanya atau hujan dengan bau romantisnya.
Aku tetap akan memilih rindu dalam bentuk doa.
Karena pesan akan selalu lebih indah jika tersampaikan langsung melalui-Nya.
Langsung menyelinap ke dalam relung hatimu yang terdalam, mengingatkan bahwa aku ada..."
*rindu....ya, rindu...*

Tentang hujan yang menyembunyikan air mata kerinduan,
Tentang rindu, dari sang sanguinis yang sedang melankolis..


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar