Blog
ini ditujukan hanyalah untuk berbagi..
berbagi hal yang belum sempat terucapkan lewat kata-kata dan tertumpahkan dengan tulisan,,

Memulai jejak dalam sebuah tulisan.
Menorehkan tinta sejarah hingga ia dikenal nyata.

Sejarah kehidupan dalam sebuah bingkai.
Melompati setiap ekstase dengan semangat menyala.

Walau terkadang lampu - lampu jalanan turut menghiasi medan menuju setiap tahap kemenangan, pengharapan dan sebuah pembelajaran tentang Kebijaksanaan.

Semua tertuang untuk sebuah cerita.
Cerita hidup yang aku, kau dan kita adalah pelaku setianya.
Hingga kemudian Cahaya gemilang itu mampu kau renggut, kau peluk dengan tanganmu.
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 April 2012

Kisah Cinta Salman Al Farisi (Karena memang Cinta tak harus memiliki)

Berawal dari kegemaran blog walking, maka berhentilah disalah satu blog (blog adik saya, Siska Fitri) yang mengingatkan kembali pada saya tentang kisah seorang sahabat Rasulullah yang begitu mulia akhlaknya, Salman Al Farisi..
Ditengah banyaknya cerita-cerita yang hadir di tengah-tengah saya tentang sebuah rasa yang sedang bergejolak-gejolaknya, maka cerita ini sangat indah menjadi salah satu referensi terhadap keadaan hati.

__________________________

Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.


Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’.

”Subhanallaah. . wal hamdulillaah. .”, girang Abu Darda’ mendengarnya. Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.

”Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai

beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.

”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi

isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.

”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyatasang ibu yang bicara mewakili  puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”



Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia bicara.

”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”

??? ..................
_________________________________


Cinta tak harus memiliki. Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki apapun dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih kesadaran tinggi itu di tengah perasaan yang berkecamuk rumit; malu, kecewa, sedih, merasa salah memilih pengantar –untuk tidak mengatakan ’merasa dikhianati’-, merasa berada di tempat yang keliru, di negeri yang salah, dan seterusnya. Ini tak mudah. Dan kita yang sering merasa memiliki orang yang kita cintai, mari belajar pada Salman. Tentang sebuah kesadaran yang kadang harus kita munculkan dalam situasi yang tak mudah.

Situasi yang melibatkan pikiran dan hati untuk memutuskan secara bersama. Jika Anis Matta mengatakan bahwa Cinta itu kemudian harus memiliki, maka konteksnya kembali pada keberanian dan status kehalalan. Karena segala cinta yang tiba pada saat yang belum halal merupakan cinta pengorbanan akan sebuah keberanian menghalalkan yang belum halal. Namun jika hati belum sanggup, terkadang rasionalitas pikiran juga perlu diajak berdisuksi. Ia akan menyakiti orang lain atau diri sendiri. Sejatinya karena cinta itu memang bentuk yang holistik, menyeluruh, ia yang mengindahkan Agama sebagai Rahmatan lil Alamin. Ia adalah keberanian atau keikhlasan. Ia mengambil kesempatan atau mempersilahkan.

Sungguh indahnya Cinta itu. Ia mengenal saudara dengan  landasan cintanya kepada Allah. Ia mengenal hati juga keberaniannya dengan pertanggungjawaban mulia kepada Rabbnya.

Senin, 26 Maret 2012

Eagle Awards....!!!!! :)



Ah, Alhamdulillah… Akhirnya ‘beban’ itu kini sedikit teringankan. Hm, bukan, bukan beban. Tapi sebuah karya atas kenikmatan berorganisasi.  Ya, selama satu bulan kebelakang kemarin. Waktu ini begitu tersita dengan hal-hal yang dinamakan proses menuju kesuksesan acara, marketisasi, negosiasi, pokoknya hal-hal yang berkaitan dengan siyasi.hee, dinikmati bersama disini bersama dengan teman-teman seperjuangan.
Banyak halang rintang, peluh, bahkan keluhan. Namun cara untuk menyiasatinya dengan terus positif thinking dan berusaha memberikan kontribusi terbaik. Yah kalo ditanya dapet apa kita disana? Pasti bakalan banyak yang bilang. “dapet capeknya doank”.. bisa jadi, tapi tidak untuk dicari dapet apanya. Orang-orang yang selalu mengejar kebaikan, dinamis, akan terus mempersembahkan kontribusi terbaik mereka.
Bersyukur juga dengan disibukkannya acara-acara yang rutin seperti ini. Setidaknya sekretariat BEMU jadi rame. Banyak yang disibukkan dan menyibukkan diri. Atau tidak sedikit juga yang kerjaannya bikin tugas disini (termasuk saya.hehe). Anggapan sebagai, dalam tanda petik rumah kedua ini, sepertinya semakin melekat pada para penghuni nomadennya. Meski ada juga lho penghuni tetapnya disini, mungkin alesannya buat Hemat beib... Sampe-sampe ada rice cooker juga bertengger dirumah kedua ini. ckck. Hehe..
So, kemaren tuh ceritanya BEM UNSRI ngadain acara yang bekerjasama bareng MetroTv nih.
Namanya Eagle Awards, dalam acara ini kita (red:pihak unsri) sebelumnya dihubungi pihak Metro Tv untuk mengadakan acara kerjasama ini. Setelah terdengar kata siap, sepakat, bersedia.. Acara yang sebelumnya sudah mendapat acc juga dari PR3, kemudian melalui proses yang lumayan gimana gitu, alias panjang dan tarik ulur, akhirnya di keluarin juga gelontoran dana kegiatan sebesar 10juta rupiah..
Dana yang memang sudah disepakati dari awal ini digunain macem-macem. Dari urusan fasilitas pembicara, konsumsi, transportasi,dll. Habis bleg semuanya, buat bayarin hutang temen-temen yang sempet kepake duitnya. Wuih, ckckck..
Perjalanan ini lumayan terasa panjang, meski dalam waktu yang lumayan singkat. Kurang lebih satu bulan mulai dari urusan proposal hingga marketisasi dikelarin disatu bulan ini. Salut dengan teman-teman seperjuangan yang berada dalam tim atau pun turut membantu dengan segenap tenaga yang tersedia.
Jujur, satu bulan kemarin segala perhatian tercurah pada kegiatan ini. Sampai-sampai salah satu adik di kementerian saya kalau mau ajak rapat selalu urung, alasannya “mb sibuk sih..” Ya, sebenarnya saya memaklumi juga. Walaupun kami punya banyak waktu untuk membahas agenda lainnya, namun kesibukan atau sok sibuk ya.hehe.. terlihat jelas dimata adik-adik sehingga sungkan, hmm, maaf ya dekL. Karena kalau sudah totalitas, maka harus tuntas, bahkan sampai akhir kegiatan. Begitu katanya..
Saat hari H acara udah pada ketar-ketir nih.. ya, dari pendaftar via website diperkirakan mencapai 600an orang bahkan ditambah dengan undangan menjadi 1000an orang. Maka dipersiapkanlah konsumsi yang serupa dengan persiapan yang juga tidak main-main. Tiga hari tiga malam. Kayak mau ruahan.he
Tapi saat hari H tiba, perasaan cemas dan khawatir mulai bermunculan. Apalagi pagi-pagi sebelum mulai sempat mati lampu sebentar. Semakin was-was dan deg-degan. Tapi inilah yang saya senangi dari sikap teman-teman. Saling menyemangati dan terus berpositif thinking pada apapun hal diluar prediksi.
Meski jauh diluar perkiraan, peserta yang hadir kemudian sebanyak 450an orang. Alasannya beragam, ada yang lagi kuliah, nyusul, dsb. Karena memang mulainya sejak pukul 09.00 pagi sampe 05.00 sore.. Maka konsumsi yang sudah diusahakan dibagikan dua kali pagi dan sore, rezeki banget ya.he
Bahkan karena kelebihan konsumsi ini, kita jadi berbagi. Dibagi-bagiin ke yang lagi main bola di lapangan, ke panti,dll. Mungkin ini kali ya cara Allah biar acaranya berkah. Doanya biar acaranya berkah sih. Dengan memberi dan berbagi kan jadi lahan ibadah.. Jadi dapet amal lagi, sedekah di saat lapang, sedekah di saat sulit. Lapang karena banyak banget memang, sulit karena lagi pada sulit mikirin jumlah peserta.hee. Ditambah lagi ikhlas dan sabar dengan keadaan yang ada. Ciee.. Memang akan selalu ada hikmah jika kita bisa bersyukur dan memaknainya. Dan pastinya harus selalu ada evaluasi agar kegiatan dan acara-acara selanjutnya dapat berjalan lebih baik lagi.
Disela-sela acara juga sempat diskusi dengan pembicara-pembicaranya, termasuk dengan Prita Laura (angker newsnya MetroTv), dimulai dari perjalanan karir, passion sampai ke Negara. Ya, kesempatan yang mesti dimanfaatin kan..he
Di akhir acara, memang masih banyak hal yang mesti di evaluasi dan perbaikan sana-sini. Namun inilah yang menjadi pembelajaran bagi kita untuk lebih baik lagi kedepannya. Meski terkesan Event Organizer, namun kita justru dapat belajar banyak hal, terutama bagaimana menjadi panitia yang kalau ditanya “dapet capeknya aja mbak…” namun lewat ini pula, banyak sekali ikatan antara saudara yang semakin terasa erat saat-saat seperti ini. Pembelajaran tentang komitmen, kepercayaan dan kesabaran begitu terlihat. Dan semuanya mempunyai nilai tersendiri. Indahnya berjuang bersama. Indahnya saat dihadapkan dengan gejolak dan dilema, namun mampu diatasi dengan kebaikan rasa saling menghargai dan menghormati.
Met ketemu lagi ya saudara-saudaraku di lain kesempatan yang berbeda. Semoga perjuangan ini akan terus membersamai kita. Berjuang bukan untuk dipandang dan dipuji manusia. Namun berlandasakan karena-NYA. Sekian dan Jazakallahu khoiran katsiiran yaa :)

Selasa, 28 Februari 2012

Akhawaaat....Hayo, jangan Ge-Er ya!!


“Assalamu’alaikum. Bila dakwah makin merebak dan komitmen utuh , insya Allah tak ada masalah yang tak selesai. Jangan lupa hari ini rapat pukul 14.00wib teng. Selamat Pagi. Bersemangatlah! :) “ Lagi-lagi aku senyum-senyum sendiri menerima sms-sms indah ini setiap hari.
Fadlan, yah dia, ketua organisasi di tempat yang sedang kuikuti saat ini. Rasanya senang sekali bisa mendapatkan sms-sms perhatian darinya. Dia selalu mengingatkanku untuk tetap tegar di jalan dakwah dengan sms-smsnya. Terasa ada perhatian khusus darinya untukku.
“wa’alaikumussalam. Insyaallah akhi :)” kubalas smsnya dengan senyum merekah. Kembali teringat aku dengan perawakannya yang cool, bijak dan sangat bersahaja. Ia selalu mengingatkanku untuk selalu mendahulukan tujuan dakwah dimana-mana. Rasanya senang sekali.
Aku yang nyengir-nyengir sendiri , ditanyain Ida teman seorganisasiku yang heran melihat tingkahku
“ada apa ukhti senyam-senyum sendiri gitu. Cerita donk kenapa?” Tanya Ida sambil menyikut lenganku.
“mau tahuuu ajah..” kataku kepada Ida kemudian meninggalkannya begitu saja.

Aku pun kemudian bertanya-tanya tentang perasaan Fadlan selama ini kepadaku. Apakah dia juga merasakan hal yang sama seperti yang aku rasa? Tentu saja pikirku. Sms-sms dan perhatian-perhatian yang ia kirim menjelaskan bahwa ia juga menaruh rasa. Ah, ingin aku tanyakan langsung saja padanya demi kejelasan perasaan ini.
“Assalamu’alaikum akhi, syukron atas tausyiah-tausyiah dan sms-sms semangatnya selama ini. Sangat memberikan semangat tersendiri bagi ana :)” aku pun berharap mendapatkan balasan sms kepastian darinya. Satu menit, 30 menit, satu jam, dua jam, lima jam, tidak juga kudapatkan sms balasan darinya. Hatiku pun galau tidak karuan. Aku pun marah padanya. Tega-teganya ia menggantungkan perasaanku seperti itu!
Esoknya aku bertemu dengan Ida, dia heran melihatku yang kemarin baru saja senyam-senyum gak jelas, hari ini sudah manyun gak karuan.
“eh kenapa lagi nih? Kemaren ceria banget..sekarang manyun gitu..kenapa ukh?” Ida mendekatiku yang berubah drastis emosinya.  
“aku tuh sebel banget tau gak ukh…” jawabku mewek
“sebel? Sebel sama siapa?”
“itu, sama si ketua. Fadlan!”
“lha, emang ada apa dengan Fadlan ukh?”
Aku yang mulai sesenggukan mencoba menceritakan masalah yang aku alami pada Ida.
“gini lho ukh, kemarin aku minta penjelasan Fadlan terkait perasaannya sama aku. Tapi gak dia bales-bales. Jahat banget sih ngegantungin perasaan aku kayak gitu!”
“lha, emang gimana ukh ceritanya bisa tahu Fadlan punya perasaan juga ke anti?”
“iya, nih, sms-sms perhatiaan dan semangatnya ke aku. Dia sering banget ngingetin ini, itu..sms menyemangati,. Aku juga mikir Fadlan punya rasa yang sama ke aku!”
“ooh, gitu..maksudmu sms-sms yang kayak gini bukan?” Ida ngeliatin isi sms-sms dari Fadlan di handphonenya padaku
Lho, kok sama dengan sms-sms yang Ida terima? Tanyaku dalam hati. Berarti Fadlan jahat! Tega banget mempermainkan dua orang akhwat. Tapi Ida bukannya marah-marah kayak aku malah cengar-cengir.
“ternyata kamu juga da! Tapi kok kamu gak marah, malah cengar-cengir aja! hiks” aku melihat Ida yang wajahnya memerah karena menahan tawa.
“haha…Citra.. coba deh kamu baca baik-baik. Kayak gak tau Fadlan aja. Sms-sms itu tuh buat semua anggota. Baik ikhwan maupun akhwat. Kalo dia mau ngirim sms khusus ke salah satu orang aja pasti ada sebutan akhi atau ukhtinya.”
Aku pun mencoba mengecek kembali sms-sms yang ada tulisan ukhtinya, ternyata memang hanya tentang sms-sms rapat saja.
“Cit, masa kamu gak tahu. Aku memang sudah tahu dari awal kalo Fadlan emang suka menyemangati setiap anggotanya..tidak terkhusus atau terkecuali” Ida memberikan pengertiannya padaku.
Mukaku merah padam, malu sekali aku rasanya. Perasaanku benar-benar tak karuan. Sms terakhir kukirimkan pada Fadlan. “Antum JAHAAT!!”
*sedangkan orang yang menerima sms diujung sana hanya dapat geleng-geleng tak mengerti dan mengelus dada.
 

Sahabatku, tidak bermaksud apa-apa saya membuat cerita ini (asli!! Hanya fiktif belaka!he).. namun tentunya kita dapat mengambil ibroh. Mungkin saja diluar dunia maya ini ada yang bernasib sama dengan cerita ini. Mengira macem-macem ternyata tidak seperti yang kita pikirkan, bahkan berbanding terbalik. Ingat saja kuncinya, jangan mudah Ge-Er. Terutama kaum wanita yang inginnya selalu diperhatikan. Memang wajar kalau perasaan-perasaan seperti itu muncul, hanya bagaimana kemudian kita membawa dan mengondisikannya. Pandai-pandailah menjaga hati dan diri.
Kalaupun ada sms-sms yang seperti itu. Cukup baca, lihat makna yang terkandung jika berupa hadist, ayat atau tausyiah2.. tersenyumlah, kemudian lupakan. Biar gak jadi sakit hati dan jatuh bertubi-tubi akhirnya mundur diri. Mundur tanpa berita dari perjalanan dakwah ini disebabkan sakit hati pada satu orang saja. Na’udzubillah..
Ini juga sebagai pengingat untuk saya pribadi, yang imannya sangat fluktuatif. Maka manfaatkan waktu jayanya. Jangan terlena pada waktu surutnya.
Sekali lagi. Karena cinta bukan hanya untuk dunia tapi juga untuk akhirat. Maka, semangat bermanfaat. Barakah menuju Jannah!^^b

Minggu, 26 Februari 2012

The Real Leader..


       Satu periode kemarin banyak sekali pembelajaran tentang memanjemen diri dalam organisasi dan kepemimpinan. Dari sekian banyak kesalahan, kealfaan, dan kekhilafan, saya sedikit banyak menemukan hikmah dibalik ini semua. Dan saya tidak berharap hal-hal seperti ini terulang untuk yang kedua kalinya bagi adik-adik generasi selanjutnya dibawah saya.

Tulisan ini saya Dedikasikan untuk mereka. Dari pembelajaran ataupun yang saya rangkum dari para motivator yang bekerja dengan hikmah dan pengalaman:)..

Kita sering sekali menganggap bahwa status seorang pemimpin adalah orang yang sekedar menjalankan APA YANG SUDAH TERPROGRAMKAN. Boleh jadi kita memfokuskan pada apa yang menjadi tugas dan komitmen pada program-program kerja yang telah terkomitmenkan bersama.

Namun sejatinya, pemimpin yang baik bukan sekedar menjalankan apa yang telah ada, atau melaksanakan business as ussual saja. Perlu inovasi dan perubahan.
Pemimpin adalah dirigen pengubah keadaan, bukan sekedar pemain alat musik untuk dirinya.
Ia adalah masinis yang mempercepat pergerakan bukan sekedar penumpang yang mengikuti arah saja.

Pemimpin adalah pelatih yang terus memantau dan memotivasi perkembangan yang dipimpinnya, bukan seorang boss yang hanya bisa memerintah.
Memimpin komunitas yang heterogen adalah tantangan kepemimpinan bagi setiap individu, tidak semua orang bisa merasakannya. Sebagai seorang pengubah perubahan, pemimpin harus senantiasa mencari dan menggali ilmu baru, karena chargernya pemimpin itu adalah buku!

Belajarlah untuk menuangkan idealisme kepada teman-teman yang berbeda idealisme. Jadilah pemimpin yang baik untuk semua. Belajaralah untuk mencintai mereka yang berbeda pandangan atau bahkan membenci dirimu, pemimpin yang baik itu untuk semua.

Belajalah berkomunikasi dan mempengaruhi semua orang yang kamu temui, jangan terjebak pada zona nyaman pemimpin komunitas homogen.
Belajarlah untuk memimpin dengan kekeluargaan, bukan dengan sikap atasan dan bawahan. Sentuh hati rakyatmu dengan senyuman terbaikmu.

Saya sepakat kalau adil itu memang sulit, tetapi setidaknya kita memutuskan sesuatu dengan hati yang bersih tanpa dengki. Belajarlah jadi pemimpin yang lebih banyak memberi, jangan berpikir apa yang akan kamu dapatkan. Tapi pikirkan apa manfaat dirimu bagi mereka.

Belajarlah untuk terus mengevaluasi sikap kepemimpinan diri, jangan pernah salahkan tim yang kita pimpin, evaluasi cara kamu memimpin.
Dan yang terakhir, belajarlah untuk punya konsep memberi manfaat bukan memanfaatkan dari amanah yang engkau miliki.

Berkontribusi "untuk" Negeri, bukan hanya "di" Negeri.
Investasi untuk Indonesia, bukan hanya di Indonesia!

Bermanfaatlah!
Berkontribusilah! (^__^)b

Sabtu, 25 Februari 2012

Ini ceritaku, Bagaimana denganmu?

Sudah tiga hari ini aku tidak menemui mereka.

Rasanya rindu sekali.. ada perasaan bersalah jika tidak menyempatkan waktu buat mereka..
Selain karena memang jadwal sabtu malam dan minggu yang libur, akhir-akhir ini aku terlalu fokus dengan pembuatan Laporan Pertanggungjawaban kepengurusan BEM kemarin. Jadilah mereka beberapa hari ini terbengkalai dan tak sempat diajarkan.

Merekalah yang membuatku tertawa atas tingkah-tingkah nakalnya, kalo dah kelewatan nakal, sebeel deh rasanya. Walaupun sebel, namanya anak-anak tuh tetep aja lucu dan menyenangkan. hehe
Kalo gak sabar, akan menjadi sulit mengajarnya.. :)

Saya kadang merasa banyak kekurangan saat memberikan pengajaran kepada adik-adik lucu saya ini.

Pada saat mengaji mereka pun fokus untuk mengaji, pulangnya pengen cepet-cepet lagi... ada yang pengen jajan, pengen nonton chibi-chibi, bahkan kalo ngajinya di tempat kami, tak kunci dari dalem... bandel sih,,pada ngenet semua di warnet..he..

Tapi kalo dah didengerin cerita, atau dikasih kuis berhadiah pada semangat tuh...pada rebutan pengen nempel..he

Adik-adik kami disini tuh macem-macem juga jenisnya. Ada yang gampang nangis, ada yang bandelnya minta ampyuun, ada yang bisa jadi asisten ngaji, ada yang sukanya nyanyi, ada yang pengennya ngambaar aja, ada yang suka nanya "mbak, hari ini nulis gak?" setiap hari walaupun emang habis ngaji mesti nulis, ada yang ini dan itu... ah, lucu-lucu.

Dari mereka pun saya belajar tentang hubungan karakter anak dengan cara didik orang tua mereka, aish, yang lagi skripsi.he

Kemaren pagi sebelum berangkat kuliah. Saya ketemu sama salah satu adik, namanya Adjie. Si Adjie nih punya semangat ambisi belajar tinggi, kalo bacaannya belum bagus dan disuruh ngulang, sedangkan keringatnya dah segede jagung, ngomel-ngomel abis itu mewekan. Tapi kita dah punya cara buat ngilangin meweknya. Ajak aja tebak-tebakan rame-rame..terus kasih hadiah.he

Pas keluar dari kostan, lihat si Adjie lagi nelungkupin mukanya sambil duduk. Terus disebelahnya anak-anak SMA yang lagi ngomong sesuatu ke Adjie, kayaknya sih yang bikin Adjie nangis. s'udzan..-__-..

Lihat saya yang merhatiin mereka, si anak SMA ngabur aja.. saya heran, ada apa dengan Adjie??, terus? ya dihampirin.. Sambil agak bungkukin badan, saya pegang pundaknya "djie,, kenapa?" Adjie yang kaget nengadahin mukanya "itu nah mbak...dio tuh ninju-ninju tangan aku..saket mbak.." aku, bengong..he, maksudnya mikir.. dengan tampang yang seperti biasa..disini senang disana senang alias nyengir terus..bawaan lahir-__-'he

"djie, mbak yakin Adjie tu orangnya kuat. Kalau ada yang jahat, bandel atau mukulin kita, Adjie boleh ngebela diri. Dia mukul, pukulin juga.. Tapi, kalo gak ada yang mukul, gak boleh jadi mukul orang duluan ya. Dan sikap sabar adalah yang paling baik. Sabar ya.." Adjienya yang mewek mulai biasa aja. Saya, pergi dengan seutas senyum terbaik dan termanis untuk menyemangatinya..cieh

Terkadang juga saya mikir, kalo sesuatu itu lebih bakal masuk dan lebih dirasain kalo ketemu konkretnya. Kita boleh ngasih secara teori saja terus, hanya sampai saat ini, keteladanan adalah yang paling baik..

So, kesimpulannya, jadi guru(guru ngaji) itu menyenangkan ya! :D


Rabu, 22 Februari 2012

Beginilah Barat vs Islam Memperlakukan Kaum Wanita

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Salam terindah untukmu duhai bidadari langit yang diturunkan ke bumi.. bagaimana kabarmu?
Masihkah engkau hingga kini meragukan ajaran agung yang dibawa Nabi kita? Muhammad SAW?
Masihkah kita menyangsikan status kemuslimahan kita dengan alasan feminisme, kesetaraan gender, demokrasi, emansipasi, dan sebagainya? Pernahkan kita tahu akan perjuangan Rasulullah mempertahankan dan menjaga kehormatan seorang wanita?
Memang, kita memiliki hak untuk berkembang, dalam segala hal dan segala bidang, hanya setiap orang tentunya memiliki kapasitas dan kapabilitas masing-masing diri dalam mengembangkan dirinya. Dan bukan berarti hal itu justru menghilangkan atau mungkin meragukan status kita sebagai seorang Muslim. Pernah mendengar kisah tentang seorang dosen bahasa yang dikirim keluar negeri untuk studinya? Ternyata ia bertemu dengan komunitas-komunitas Muslim. Ia yang berjalan bersama teman-temannya selalu merasa tidak enak ketika hendak masuk masjid atau berkumpul dengan komunitas muslim disana. Dimana-mana ia selalu ditanyai mengenai status kemuslimannya. Ternyata ia belum mengenakan hijab, yang menandakan bahwa ia seorang Muslimah. Ia lah pembeda, ciri antara seorang Muslim dengan yang bukan. Kita tidak akan membicarakan tentang perbedaan lintas agama, atau memusuhi yang lain. Kita hanyalah menegaskan dan meyakinkan diri bahwa kita mempunyai kekuatan dan ketegasan sebagai seorang Muslim.
Kita mencintai Tuhan kita, Allah SWT dan Rasulullah, Muhammad SAW. Tentulah harus cinta pula pada aturan dalam Al Qur’an dan Sunnah. Cobalah simak pemberitaan yang terjadi di belahan dunia barat tentang perlakuan mereka terhadap wanita. Maaf sebelumnya jika terlalu “vulgar”, saya sebagai seorang wanita pun tidak enak membacanya. Namun inilah kenyataan yang ada!

“ 2nd Annual Vagina Beauty Pageant, itulah nama kontes vagina terindah yang diadakan pada Juli 2011 lalu di Portland, Oregon. Kontes tersebut berlangsung cukup adil karena juri-jurinya bukan berasal dari penonton. Ada enam orang selebriti lokal yang menjadi juri. Mereka semua memberikan penilaian bukan dalam keadaan mabuk.
Setelah para juri duduk di kursinya masing-masing, kontestan pun muncul. Tampak barisan wanita menari-nari bak penari striptis dengan gerakan membuka kakinya secara berlebihan.
Kontestan itu kemudian dieliminasi hanya menjadi tujuh orang saja. Ketujuh orang itu menari-nari lagi dengan gerakan serupa untuk menarik perhatian juri.
Akhirnya hanya ada dua wanita yang berhasil masuk ke babak final. Kedua wanita tersebut mengenakan bikini dan kemudian juri melihat area intim mereka dengan kaca pembesar.
Setelah itu, juri memberikan penilaiannya. Seorang wanita mengenakan bikini berwarna pink terpilih sebagai pemenang. Ia dinobatkan menjadi Miss Beautiful Vagina 2011. Sumber : Wolipop”

Lantas, apa yang kemudian mereka katakan tentang ini?
“Wanita di Amerika Serikat memang mendapatkan haknya secara penuh emansipasi, kesetaraan gender, demokrasi. Mereka sangat dihormati dan sangat di jaga oleh kaum pria… Kita harus mencontoh Amerika dan membuat hal yang serupa pula..”

Apakah hal ini yang dimaksudkan dengan hal sangat menghormati wanita?? Sangat menjaga kaum wanita sebagai inti pembangunan karakter bangsa?? Maka Sungguh beruntung saudaraku,, kita terlahir sebagai mahkluk beragama, sebagai Muslimah.. Coba simak cerita ini, kebetulan saya dapatkan dari postingan salah seorang teman…

Seorang Lelaki inggris bertanya ttg wanita muslimah kepada seorang Syaikh
Lelaki Inggris : “Wahai Syaikh Kenapa dalam Islam wanita tdk boleh jabat tangan dengan pria?"
Syaikh : "Bisakah kamu berjabat tangan dengan Ratu Elizabeth?

Lelaki Inggris : "oh tentu tidak bisa! cuma orang2 tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan ratu.”
...
Syaikh tersenyum & berkata:" Wanita2 kami(Kaum muslimin) adalah para ratu, & ratu tidak boleh berjabat tangan dengan pria sembarangan (yg bukan mahramnya")
lalu si Inggris bertanya lagi:
Lelaki Inggris : "Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh dan rambut mereka?"

Syaikh tersenyum, beliau punya 2 permen, permen yang pertama terbuka tanpa bungkus sedang yang satu lagi tertutup/ terbungkus rapih. Lalu sang Syaikh melemparkan keduanya kelantai yang kotor.
Syaikh bertanya: " Jika saya meminta anda untuk mengambil satu permen, mana yang anda pilih?”
Lelaki inggris menjawab: "Saya mengambil/ memilih yang tertutup.."

Syeikh berkata: " Itulah cara kami memperlakukan dan melihat perempuan kami"

Subhanallah.. sungguh agung penghargaan dan penjagaan Islam terhadap kaum Wanita.. maka inilah yang betul-betul disebut dengan kesetaraan, keadilan. Kaum wanita menggunakan fungsi untuk menjaga kehormatan dan dirinya, dan kaum lelaki menjaga kaum wanita seindah-indahnya sebagai fungsi ia diciptakan. Laki-laki sebagai Pemimpin keluarga, dan wanita pun akan ditanyai tentang memimpin rumah tangga suaminya.



Rabu, 21 Desember 2011

Kegamangan Pergerakan Lembaga Kemahasiswaan



Oleh : Multi Aliyyah Rizqiy
  Kab. Totalitas & Merakyat BEM UNSRI periode 2011-2012
_pada sebuah titik KeGalauan_
Apa yang terjadi pada lembaga kemahasiswaan kita akhir-akhir ini? Akankah berakhir ironis ataukah terlena pada kebijakan-kebijakan yang melenakan? Kemanakah peran para pejuang yang mengatasnamakan dirinya sebagai aktivis? Sebagai pimpinan sebuah lembaga, mereka telah banyak kehilangan taring.
Kemudian banyak yang dininabobokkan dengan mati surinya pergerakan pasca '98. Atas nama reformasi seolah-olah kita terjebak pada pemikiran pragmatis dan ikut arus. Bahkan bisa jadi sebutan sebagai 'anjing penjaga' kekuasaan dinisbahkan bagi kelesuan (ke-BT-an) pergerakan zaman ini.
Keidealismean mahasiswa pun semakin dipertanyakan. Mungkinkah masih ada proses tawar-menawar pada penguasa, kemudian menjual idealisme atas nama mahasiswa? Sungguh ironis, memang. Kalau bisa untuk bercermin diri, maka lihatlah kepada homogenitas gerakan kita saat ini. Gerakan homogen yang melambung ke udara, tetapi kemudian terhempas jauh karena kesepian gerakan. Akhirnya, lahirnya pola - pola pemikiran idealisme yang terpasung pada gerakan pragmatis, cenderung ikut arus, karena sepi gerakan.
Krisis kesadaran mahasiswa dalam hal ini pun semakin menjadi. Kelelahan idealisme menjadi faktor penting dalam terkuncinya pemaknaan pergerakan yang sebenarnya. Bukan untuk berjuang menegakkan kebenaran, melainkan pragmatisme yang membludak dengan sifat pamrih mendalam.
Tinggal satu atau dua orang yang kemudian hadir ditengah-tengah lapangan juang. Menisbahkan diri dan mengatasnamakan idealismenya dengan tindakan heroik menjadi-jadi, walaupun dalam genre duniawi. Sebuah gerakan nyata atas kekecewaan pada penguasa. Seperti Mesir, yang melahirkan revolusi gerakannya dimulai dari para pemuda (red: Moslem Brotherhood).
Inikah pula yang kemudian melahirkan strategi-strategi dan pergerakan perlawanan yang baru pada bangsa ini? Gerakan yang revolusioner. Wallahu'alam bishowab..